My Stories...

All about my stories.

Education...

Learn an shares.

Entertaiment

Music, Movie, Life Style and more.

Saturday, May 11, 2019

Hari ke-10

Di hari ke sepuluh. 

Hanif lbh bisa menahan diri untuk membeli mainan ketika bersama saya. Lain cerita ketika bersama pengasuhnya. 
Karena rumah pengasuhnya yang berada tepat di pinggir jalan, maka jumlah pedagang makanan tidak sedikit yang berlalu lalang. 
Hal ini masih menjadi PR besar untuk saya dan ayahnya
 

Sambil pelan-pelan mengajarkan hanif agar belajar konsisten.. aku pun berusaha terus menerus menanyakan apakah yang dia mau memang dia perlukan ataupun bukan. 

Selain itu, saya pun lebih banyak lagi menyimpanan stok makanan yang dia suka.. agar tidak bolak balik warung. Ataupun memberhentikan pedangan makanan seenaknyaaa. 
Akupun bisa lbh menahan hasrat belanja yang tidak perlu. 
Begitupun dengan ayahnya. 
Dengan tau jelas berapa uang yang disimpan dan bisa dibelikan, kita tau caranya mengerem "impulsif" dalam berbelanja.

Hari ke-9

Apa kabar penggunaan toples 3S?

Aduh. Kami masih blm tertib niiih. Hehehe.
Uangnya ya masih nyebar dimana aja gtuu..

Akupun mencoba merapikan lagi, sekaligus memeriksa saldo bulanan kami.
Ternyata bisa lebih hemat dari bulan sebelumnyaaa. Alhamdulillah.

Stlh ditelusuri, memang faktor makan dan jajan yang bikin kami ga peduli isi dompet. Huhu.

Tp setidaknya, kami tau apa yang harus diperbaiki.

Hari ke-8

Konsep berbagi kembali saya ajarkan. Kali ini saya pilah baju mana yang sudah tidak hanif pakai.

Saat proses memilah dan memilih, aaya coba libatkan hanif. Saya tanya, apakah dia masih mau pakai bajunya atau tidak. Dan jawabannya didominasi oleh kata "iya" alias semuanya punya hanif. Hehe.

Saya coba jelaskan kalau ada sebagian bajunya yang sudah kecil, tp masih layak pakai, sebaiknya diberikan pada orang lain.

Mendengar penjelasan itu, dia cuma diam.
Lalu saya pun kembali menunjukkan baju2nya yang sudah sempit. Dan saya tanya lagi boleh tidak diberikan..

Dia lagi-lagi hanya diam.

Hehe.
Mgkn dia belum rela.
Lalu aku sudahi dl saja, saya pisahkan di bagian lain di lemarinya.

Belajar perlu proses. Semangaaat..

Hari ke-7

Kali ini pelajaran yang didapat adalah konsep berbagi. Meski hanif adalah anak sematawayang kami, tapi dia sudah sedikit demi sedikit paham konsep berbagi. Kami tinggal berdempetan dengan saudara yang punya anak tidak jauh dari usia hanif.

Berebut mainan, bertengkar, berbaikan, dan saling berbagi adalah kejadian yang hampir muncul tiap hari. Hehe.

Dengan sering bermain dengan saudaranya, saya ajarkan hanif untuk "rela" membagi apa yang dia punya.

Alhamdulillah, tiap kali dia punya makanan.. dia selalu ingat saudaranya, tanpa diperintah, dia membawakan sendiri bagian makanan untuk saudaranya.
Seperti hari ini, dia dengan senang hati memberikan kue kesukaannya bagi saudaranya.

Maasyaa Allah tabarakallah.

Hari ke-6

Bbrp hari terakhir, kegiatan tertentu mengharuskan saya dan anak pergi ke mall yang ada di bandung. 
Ini adalah pembelajaran lagi bagi kami.. untuk enggak lapar mata lihat barang itu ini. Huhuhu. 

Aku dan hanif pergi ke tempat bermain khusus anak-anak. Hal ini memang sudah kami sepakati sebelumnyaaa.. 
Tapi, di dekat tempat tersebut, dijual berbagai macam tobot. 
Waduh, perasaanku mulai ga enak nih. Haha. 

Benar saja, hanif merengek minta dibelikan. Lalu saya peluk dan gendong dia agar sdkt lbh tenang. Lalu saya coba memandang wajah hanif sembari mengarahkan pandangan tepat ke matanya sambil bilang : "hanif mau tobot ya?, Coba hanif inget-inget lagi, di rumah hanif udah punya berapa tobot?"
Lalu dia terdiam, dan menjawab "hanif punya 2"
Akupun tanya lagi, "trus emgny hanif mau punya berapa banyak lagi?"

Alhamdulillah. hanif lgsg memberi respon "jangan banyak-banyak ya bu?" 
Akupun jawab iya, karena nanti mubazir.. bisa jadi semuanya ga dimainkan.. 

Kami pun berlalu melewati toko mainan tersebut. 
Setidaknya dia tau kalau semua hal bisa dia dapatkan.

Hari ke-5

Suatu hari aku, ayah, dan hanif berbelanja bersama.
Seperti biasa, kami berkeliling ke tiap lorong belanja (hal yang bikin suami menunjukkan ekspresi jengkel.hehe)..

Jadi sebetulnya melatih anak cerdas finansial merupakan pelatihan diri sendiri.
Masa ke anak segala diatur, kitanya ga bisa ngatur diri.. malu akutuuu.

Nah momen pelatihan cerdas finansial ini sangat diuji ketika masuk supermarket. Hehe.

Atas kritik dan saran suami, aku diajarkan untuk menulis list kebutuhan dalam catatan di hp ataupun di secarik kertas.
Lalu, akupun sangat dilarang untuk tergiur terhadap promo2 yang ada, kalau ternyata item tersebut ga dibutuhkan.

Hal itupun berlaku bagi hanif,
Kami membuat kesepakatan. Dia mau beli apa. Kalau sudah beli barang yang disepakati, maka tidak boleh memilih item lain. Agar kami sama2 bisa menekan keinginan dan lebih memikirkan mana yang dibutuhkan.

Hari ke-4

Akhir-akhir ini, hanif selalu ingin lengket banget sama saya dan ayahnya, lebih dari biasanya.

Tiap kali saya ataupun ayahnya brgkt keluar rumah, hanif seringnya agak rewel atau hanya menunjukkan ekspresi tidak rela atas keberangkatan kami huhu.

Maka, pada suatu waktu, saat aku dan hanif bercengkrama, hanif bertanya "bu, naha ayah kerja wae?"
Lalu aku pun tersenyum.. sambil memandangi wajah lugunya.
Akupun mencoba menjelaskan, kalau ayah berusaha menjemput rejeki salah satunya agar bisa dpt uang. Biar bisa makan sama jajan.

Entahlah ini bener apa enggak penjelasannya hehhe.

Diberi jawaban itu, dahinya mengernyit. Tampak ketidakpuasan dari raut wajahnyaaa.
Akupun kembali menambahkan, kalau ayah bekerja biar disayang Allah. Nanti Ayah juga seneng..

Kalimat "biar disayang Allah" agaknya lebih familiar di minda nya.. sehingga saat mendengar ungkapan itu, dia pun lgsg bilang "oh"


Hari ke-3

Sudah hari ketiga mencoba mengajarkan konsep rejeki untuk hanif. 
Kali ini saya coba membantu hanif memahami apakah dia perlu ataukah memang hanya ingin. 

Sepulang dari rmh pengasuh hanif, seperti biasa kami berjalan kaki sambil berbincang.. saya tnyakan benda apa saja yang dilewati ataupun bertanya mengenai kegiatan dia bersama pengasuhnya. 

Sebelum sampai rumah, kami melewati toko yang menjual mainan dan jajanan anak. jika biasanya kami hanya lewat saja, kini hanif berdiri mematung sambil memandangi mainan2 yang menggantung di dinding toko tersebut. 

Lalu dia bilang
"Bu, hanif mau beli ultraman".
Saya tanya, "yakin mau beli? Kan hanif udah ultraman.. yang besar dan kecil. Kalau beli lagi, nanti kebanyakan ga?"

Lalu dia nampak sedang berpikir, 
Tak lama berselang... Dia mengulang ucapan saya 
"Ultraman hanif udh banyak ya? Masa beli lagi?"

Kemudian dia pun memilih membeli 1 item jajanan yang semula memang kami rencanakan. 

Alhamdulillah. Sedikit demi.sedikit dia paham kalau semua hal yang diinginkan tidak selalu yang kita butuhkan. 


hari ke-2

Hari ke 2 setelah disiapkan toples 3 S., anakku coba diberi penjelasan tentang penggunaannya.. .
dia diberi tau kalau mau beli sesuatu, dia bisa mengambil uang di toples spend. Karena anakku baru berusia 2 tahun 10 bulan, maka kemungkinan besar dia masih belum paham betul apa yang saya sampaikan. heehe..

Pada hari itu,  hanif ingin membeli cendol yang lewat depan rumah. Lalu dia otomatis meminta uang. Saya coba katakan bahwa dia bisa ambil uang yang ada d toples. Tp dia ttp tidak mau. Jadi, tetap saja saya yang harus menyerahkannya.
Dr kejadian itu, hanif msh blm paham konsepnya.. menurutku, karena mmg hanif tidak.terlalu senang jajan. Maka dia kurang familiar dengan konsep jual beli yang dia lakukan secara langsung.


Meski begitu, sy ttp semangat utk mengenalkan pd anak.
.

Thursday, April 25, 2019

Mendidik anak cerdas finansial

Mendidik anak cerdas finansial

Alhamdulillah.. Sudah memasuki level 8 bunda sayang.

Sebetulnya ini cukup membuat saya merasa excited sekaligus cemas karena selama ini belum fokus mengajarkan konsep finansial pada anak. Hingga usia anakku hampir 3 tahun, konsep yang baru diajarkan adalah bahwa apabila membeli sesuatu itu ya harus pakai uang.

Pernah suatu hari, anakku ingin membeli sesuatu di warung dekat rumah neneknya. Saat itu tanpa sepengetahuan neneknya, dia pergi sendiri ke warung. Tapi tak lama berselang, dia kembali lagi ke rumah sambil tergopoh, kemudian meminta uang. Saat ditanya untuk apa, dia tak menjawab dengan jelas.

Lalu neneknya pun mengikuti anakku ke warung dengan membawa sejumlah uang. Saat tiba di sana, ibu penjual bercerita bahwa anakku tadi bertanya:

Ibu penjual: "mau beli apa de?"
Anakku: "Mau beli susu. Berapaan?"
Ibu penjual : "3 ribuan"
Anakku : "Oh."
Ibu penjual: "gapapa de, ambil dulu aja susunya"
Anakku: "Enggak, anip mau minta uang dulu ke ayah"

Mendengar percakapan itu, saya sangat bersyukur, dia cukup mengenal konsep uang untuk membeli barang di warung. Meski hal ini bisa menjadi modal yang cukup baik untuk anakku belajar cerdas finansial, tapi harus ttp berpikir keras nih.. Gimana caranya mengajarkan konsep "rezeki dan menabung".

Secara selama ini dia hanya tau kalau tiap dia ingin sesuatu, seringnya langsung dikabulkan.

Bismillah ..
Sesuai saran ibu-ibu kece di institut profesional, dibuatlah toples 3S.. Untuk mengenalkan konsep "rezeki dan menabung"

Saturday, April 13, 2019

Semua anak adalah Bintang, hari #10


Pada pengamatan kali ini, hanif semakin terlihat perkembangan kognitif seiring dengan tingkat fokusnya yang cukup baik.

Setiap kali dia fokus membaca, seringkali dia tidak lgsg merespon pertanyaan yang dilontarkan orang lain. Selain itu, dalam sesi membaca pun, dia cenderung sangat fokus dan bisa menghabis bermenit-menit untuk duduk manis dan membuka buku sendiri. kemudian dia menunjukkan nama benda yang berda di dalam buku tersebut dan tak jarang dia pun menjelaskan gambar yang dia lihat.

Kegiatan membaca seolah membut dia terdiam sesaat.  Dia selalu bertanya banyak hal yang berkaitan dengan bacaan.. lalu beberapa waktu setelahnya.. dia masih ingat instruksi maupun ceruta yang sudah diberikan..

Agaknya daya ingat anak kecil teramat sangat keren.. karena daya ingat di usia belia sangatlah baik. Maka saya sebisa mungkin, berulang-ulang meminta dia mendengarkan cerita ataupun mengenai benda tersebuut...


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Semua anak adalah bintang, hari #9

Semenjak dia sudah bisa berjalan, tempat pertama yang akan dia singgahi ketika pintu pagar rumah dibuka adalah rumah nenek dan kakeknya.. Hal ini juga terjadi sampai hari ini.. Saking seringnya bermain ke sana, dia sering kali tidak ingat keberadaan saya di sana..

Maka sering sekali saya pamit pada anak saya bahwa akan pulang dulu ke rumah. Saat ditawari ikut, dia pun acapkali menggelengkan kepalanya. dia bilang bahwa dia ingin main d sana saya bersama om dan tantenya..

aku pun bergegas pulang pada malam iu, waktu sudah menunjukkan pul 9 malam.. saya kira bahwa anak saya akan menginap di rumah neneknya.. saat waktu menunjukkan lebih dari jam 9, ada yang mengetuk pintu. ternyata omnya mengantar anakku pulang.

AKu tanya kenapa dia tidak jadi menginap di sana.

Dengan muka serius dia jawab "kan hanif kangen sama ibu"

waaaduuuh..
Udah diginiin lagi sama anak..
hehhe..

setelah kesekian kalinya dibuat terkesima dengan jawaban anak sendiri, menandakan bahwa memang daya tangkap juga kemampuan berbahasa ankku memang sangat baik.

Maasyaa Allah tabarakallah.

Semoga kelebihannya ini bisa menjadi ladang amal jariyah agar menjadi syafaat di akhirat kelak. Aamiin


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Semua anak adalah bintang, hari #8

Anakku sehari-hari bermain di dalam rumah, namun sesekali bermain ke rumah saudara.. Anakku senang main di sana karena dia memiliki teman sebaya dan sesama lelaki pula..

suatu hari teman sebayanya sedang menangis karena ibunya sedang di dalam kamar mandi. Melihat adegan tersebut, anakku langsung menghampiri dan bilang "jangan sedih ya" sambil mengusap punggungnyaa..
melihat momen itu, semakin bertambahlah rasa syukurku.. karena dia sudah menunjukkan kepedulian dia terhadap orang sekitarnya..

Sikap peduli, peka, atapun biasa juga disebut "ngeh" terhadap orang sektar kini cukup sulit dilakukan pada usia anak menjelang dewasa pada jaman sekarang.. mengigat anak-anak kini lebih senang duduk berlama-lama di depan gadgetnya.. hingga dia lupa pada sekitar

Pelajaran yang dapat diperoleh dari kisah ini adalah bahwa peran gadget tak boleh begitu mendominasi kegiatan keseharian anak..


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Semua Anak adalh Bintang, Hari #7

Hari ini anakku diajak main ke kolam renang..
hal ini sengaja dilakukan untuk mengetahui apakah anakku memiliki potensi dalam kegiatan fisik.

Pertama kali sampai di tempat, anakku menolak untuk masuk ke kolam.. tapi ayahnya pantang menyerah.. dia pun mencoba terus membujuknyaaa.. Setelah drama berpuluh-puluh menit lamanya, akhirnya anakku bersedia masuk ke kolam renang.. tapi hanya ingin duduk di pinggir kolam dan mengayun-ayunkan kakiknya.. Segitu juga dia sudah gembiraaa hhehe

percobaan di hari berikutnya, anakku kembali diajak bermain di kolam renang... kini ada kemjuan, ketika dia mau turun ke kolam dengan dipegangi ayahnya.. lama kelamaan diapun mau berjalan-jalan dan menyuri air kolam dalam waktu yang cukup lama..

Di sini saya senang melihat anakku yang mau mencoba hal baru.. ketika biasanya dia tidak berani sama sekali bermain air (selain di kamar mandi), kini dia begitu antusias dan suah bosan untuk bermain di sana.

alhamdullillah.. anakku memiliki sifat adaptif yang bisa dibilang cukup baik. meski terkadang waktunya juga cukup lama..
semoga dengan memilki sifat adaptif ini membuatnya kuat mengarungi perjuangan hidupnya kelak saat telah aqil baligh.. aamiin

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Semua Anak adalah Bintang, Hari #6

Suatu hari, kondisi rumah "lebih manusiawi" dari biasanya.. Karena saat itu aku membereskan rumah dan dibantu menyetrika pakaian .. sehingga rumah tampak rapi dan bersih..

Setelah kondisi rumah sudah kondusif, aku jemput anakku pulang yang sedang main di rumah neneknya..
saat masuk ke rumah, anakku spontan berkata "waaah rumahnya sudah rapih .. harum" sambil menunjukkan ekspresi kagetnya..

melihat tingkahnya yang selalu beyond expectation.. menjadi aku ngeh bahwa dia memiliki sikap yang manis pada orang sekitarnya...
dia tak segan memuji kalau hal itu dia anggap bagus.. dan tak lupa menunjukkan wajah cerianya..
Dia juga tak pernah ragu berbagi makanan yang dia punya pada teman sebayanya.

Hal ini membuat aku tau bahwa dia memiliki kecerdasan intrapersonal yang baik..
ia mampu menunjukkan empati pada orang sekitarnya

Maasyaa Allah.. perjalanan baru saja dimulai, aku ingin istiqomah dalam membentuk karaketernya agar selalu berbuat baik pada setiap orang, tapi dengan niat agar disayang Allah..

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Semua Anak adalah Bintang, hari #5

Pengamatan kali ini, aku putuskan untk tidak melakukan projek khusus. tapi aku coba ajak anakku main ke sekolah di dekat rumah..
Di sana tergeletak pot bunga kecil yang baru dibeli.. ukuran potnya bisa dibilang kecil... maka, saat anakku memgang pot tersebut aku tidak melarangnya untuk memainkannya.

Saat pertama kali dia melihat pot bunga itu, dia spontan menyimpannya di atas kepala, lalu dia menari-nari di sekolah..

Hal tadi menunjukkan betapa dia memiliki daya imajinasi tinggi.. dan diapun memiliki kecerdasan fisik yang cukup baik. mengingat dia cukup aktif dalam kesehariannya.. pun dia bisa menuru gerakan-gerakan robot ketika melawan penjahat dengan baik..

Pengamatan pun berlanjut, sepanjang dia bermain pot, aku melihat jelas betapa berbinar-binar matanya ketika melakukan hal baru.. Dia berjoget-joget dengan memasang senyum yang begitu menenangkan

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Semua Anak adalah Bintang, hari #4

Hari ini adalah hari keempat aku mengawasi gerak gerik anakku agar aku tau betapa banyak potensi yang bisa aku gali pada diri anakku.

Anakku kini sedang menyenangi memainkan robot-robotan,, Setiap kali dia bermain robot, dia bisa sangat anteng bermenit-menit duduk bersila sambil memegang robot.. Hal yang menarik yang aku temukan selama dia bermain adalah mulutnya yang tidak henti mengoceh.. tak jarang dia menjadi "dubber" bagi mainan-mainnya.. dia bisa menyusun dialog yang menurutku cukup menakjubkan.. hampir selalu terstruktur dengan pemilihan diksi yang tepat.

Maasyaa Allah.

Dari pengamatan kali ini, aku seolah diyakinkan, bahwa kecerdasan lingusitk - verbal anakku harus terus diasah karena bisa jadi ini adalah salah satu potensinya yang kelak memberi manfaat bagi ummat..
satu hal lain yang muncul ketika dia bermain peran dan menjadi pengisi suara robot yang dia punya adalah tingkat kreativitas anakku yang bisa dibilang baik. ketika dia mampu berimajinasi dan berceritaberdasarkan pribadinya, membuat aku tau bahwa potensi anakku dapat diarahkan pada hal kreatif yang melibatkan kemampuan lingustik anak..

#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga


Semua Anak adalah Bintang, Hari #3

Pada hari ketiga pengamatan,
Seperti biasa, aku melaksanakan shalat di rumah. Hingga hampir 3 tahun ini, aku belum intens mengajak anakku shalat berjamaah. Tapi, untungnya suami selalu mengajaknya pergi ke mesjid setiap magrib dan isya.

Akhir-akhir ini, aku sering ditanya anakku. "Ibu, naha shalat wae?" (ibu kenapa shalat terus?). Pertanyaan tersebut dia layangkan berkali-kali.
dan.. tiap kali mengajukan pertanyaan itu, aku dengan mantap menjawab "karena ibu mau disayang Allah"
Selepas mendengar jawabanku, dia jawab "naha disayang Allah?"
Sebagai respon pertanyaan itu, aku coba muter otak.. jawabnya apa haha
lalu aku jawab, "kalau disayang Allah, nanti ibu jadi seneng"
Entahlah apakah jawaban ini benar apa salah.
Tapi setidaknya, anakku bisa menjawab "oooh" dengan nada yang cukup panjang.

Sedari awal, aku mencoba terus menyugesti diri untuk selalu merespon pertanyaan maupun pernyataan yang dilontarkan anakku dengan serius.
Aku coba kurangi respon "kosong" seperti bilang "ooh" tapi dengan tatapan kosong.
Atau bilang "iya" tapi mata fokus pada gawai yang senantiasa siap sedia memecah konsentrasi.

Dan alhamdulillah.. kini anakku selalu semangat dan ekspresif ketika bercerita, agaknya ia sadar betul bahwa dia akan didengarkan, tak peduli seberapa banyak kalimat yang ia keluarkan untuk menceritakan segala hal.

Dengan mengamati tindak tanduk anakku selagi bercerita, salah satu potensi kecerdasan lingustiknya agaknya cukup lebih baik dari anak seusianya.. karena di usianya yang belum memasuki 3 tahun, dia sudah memiliki kosakata yang banyak dan menyampaikan lbh dari 5 kata dalam satu kalimat yang dia rangkai.
Alhamdulillah. Maasyaa Allah. Tabarakallah



#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Semua Anak adalah Bintang, hari #2

Tiba saatnya melakukan pengamatan..
Seperti apa yang sudah diamanahkan oleh sesepuh ibu profesional bahwa sebisa mungkin seorang ibu dapat melakukan eksplorasi guna mengasah potensi yang ada pada diri anak.. adapun ranah yang harus bisa "terjamah" adalah empat ranah berikut:

🌟 Ranah hubungan intra personal (konsep diri)

🌟 Ranah hubungan inter personal (hubungan sesama)

🌟 Ranah hubungan dengan change factor (melek perubahan)

🌟 Ranah hubungan dengan Tuhan-nya (melek spiritual)

Dari keempat ranah tersebut, ranah pertama yang ingin digali adalah ranah hubungan intrapersonal atau dikenal dengan konsep diri si anak.

Saat itu saya sempet mengernyitkan dahi, kira-kira apa yang harus saya catat.. tapi saat memperhatikan anak lebih lama dari biasanya, memandang wajahny lebih fokus dari sebelumnya, pun mendengarkan celotehannya lebih responsif lebih dari kebiasaan yang telah terbentuk sebelumnya..

Tak terasa, dada ini terasa berdesir, air mata seolah tak terbendung dan jatuh begitu saja. Maha Suci Allah yang menciptakan seorang anak luar biasa dari rahim seorang wanita yang terkadang masih tak percaya bahwa kini menjadi seorang ibu... 


Setelah diamati, Ternyata anakku  yang kini berusia 32 bulan, sudah jauh lebih mengenal dirinya..
Dia sudah tau siapa namanya, dia tau kapan dia dekat dengan orang tuanya, merasa terabaikan, dan saat dia perlu perhatian.. 


Hari itu, Ketika aku terpaksa memegang hp juga laptop, dengan manjanya dia memelukku dan bilang bahwa "aku kangen ibu" 

Maasyaa Allah hatiku meleleh dibuatnya...

Dengan memandang pun mengamati anak lebih dalam, tak ada ruang bagiku untuk membandingkannya dengan anak lainnya.. karena cukup aku, anakku dan rasa syukurku yang selalu membuatku bahagia.. 




#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga

Semua anak adalah bintang, hari #1

Bismillaahirrahmaanirrahim..

Hari ini adalah hari pertama tantangan level 7 bunda sayang..
Setelah menikmati liburan tengah semester bunda sayang, semangat melanjutkan perjuangan kembali harus dibangun.. agar tak runtuh, pun berhenti di tengah jalan..

Tugas kali ini adalah sebagai seorang ibu, aku harus mengamati dan mencatat kegiatan apakah yang membuat anakku berbinar-binar..

Baiklah..
bismillah.. aku pun mulai meningkatkan kepekaan saya terhadap gerak gerik serta ekspresi wajah anakku ketika dia beraktivitas.

Tidak ada kegiatan khusus yang dilakukan di luar kebiasaan anakku dalam menjalankan kesehariannya. Adapun langkah yang saya lakukan guna menyukseskan kegiatan ini adalah..
1. menuliskan jenis kegiatannya
2. mengamati ekspresi serta reaksi anakku selama kegiatan berlangsung
3. menanyakan bagaimana kesan anakku terhadap kegiatan itu
4. segera mencatat hasil pengamatan pun wawancara tadi
maafkan kalau isi tulisan terasa sangat formal.. hehehe...


#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga