Di hari ke sepuluh.
Hanif lbh bisa menahan diri untuk membeli mainan ketika bersama saya. Lain cerita ketika bersama pengasuhnya.
Karena rumah pengasuhnya yang berada tepat di pinggir jalan, maka jumlah pedagang makanan tidak sedikit yang berlalu lalang.
Hal ini masih menjadi PR besar untuk saya dan ayahnya
Sambil pelan-pelan mengajarkan hanif agar belajar konsisten.. aku pun berusaha terus menerus menanyakan apakah yang dia mau memang dia perlukan ataupun bukan.
Selain itu, saya pun lebih banyak lagi menyimpanan stok makanan yang dia suka.. agar tidak bolak balik warung. Ataupun memberhentikan pedangan makanan seenaknyaaa.
Akupun bisa lbh menahan hasrat belanja yang tidak perlu.
Begitupun dengan ayahnya.
Dengan tau jelas berapa uang yang disimpan dan bisa dibelikan, kita tau caranya mengerem "impulsif" dalam berbelanja.






