My Stories...

All about my stories.

Education...

Learn an shares.

Entertaiment

Music, Movie, Life Style and more.

Saturday, October 20, 2018

Day 10, kemandirian

Dalam tantangan hari ke 10 ini
Alhamdulillah..

Ternyata sudah mulai ada perubahan yang terjadi pada kebiasaan anak saya. Dia sudah mulai sadar di mana letak tong sampah dan apa saja yang boleh masuk k sana.
Hanif pun kini cukup refleks membuang sampah pada tong sampah tersebut dan mulai protes apabila ayah dan ibunya tidak melakukan hal serupa.

Pernah hari itu saya coba menguji anak saya dengan menyimpan kemasan plastik di lantai. Kemudian hanif mendatangi saya dan bilang, "Bu, buang ke to ampah"
lalu saya bilang, "aduh ibu lupa, harus dibuang kemana ya?"
dia pun menunjuk ke arah dapur.


Alhamdulillah...
ini merupakan hal yang mengesankan bagi saya. Ternyata hanif bisa membiasakan kembali membuang sampah pada tempatnya.
Insyaa Allah pembiasaan ini tidak terbatas pada tantangan hari ini saja, tapi ini adalah challenge bagi saya seumur hidup.
Tak ada yang lebih membahagiakan dibandingkan dengan melihat perubahan positif yang terjadi pada diri sendiri, anggota keluarga terdekat, dan teman-teman sekitar.

Semoga Allah senantiasa limpahkan keberkahan pada setiap ikhtiar yang saya jalani.
Terima kasih untuk partner hidup saya yang selalu support segala usaha saya tanpa mem-bully segala kekurangan saya..
Semoga Allah melimpahruahkan cinta-Nya bagi kalian keluarga kecilku.

#harikesepuluh 
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 9, kemandirian

Hari ini merupakan hari keempat membiasakan anak saya untuk mandiri dalam membuang sampah pada tempatnya.
Saya kembali menanyakan dimana tempat sampah apabila hanif hendak membuang sampah. Saya pun mencoba menanyakan apa warna tong sampahnya..
Lalu apa saja yang boleh masuk pada tong sampah itu.

Pada hari keempat pada skill kedua ini, saya sengaja memberikan salah satu kue dengan kemasan plastik dan mengajaknya makan bersama-sama. Lalu saya memperhatikan apakah dia kini sudah mulai konsisten membuang sampah pada tempatnya.

Tahap eksperimen dan observasi ini sengaja saya lakukan kembali untuk mengukur konsistensi anak dalam menuntaskan misi ini.

hasilnya?

alhamdulillah dia mau membuang sampahnya ke tong sampah, tapi ternyata masih harus diingatkan oleh saya. Tapi tak apa, saya yakin ini menjadi langkah awal menjadi pembiasaan pada kemampuan kemandirian lainnya.
Semoga Allah senantiasa memberi keberkahan terhadap ikhtiar yang dijalani. aamiin..



#harikesembilan 
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 8, kemandirian

pada tantangan hari ke 8

Masih butuh usaha sangat keras untuk membiasakan anak buang sampat pada tempatnya.
Salah satunya ketika dia dengan dinginnya jawab enggak mau.
Saya otomatis menyunggingkan senyum dan mengajaknya kembali membuang sampah ke tong sampah bersama-sama.

Memang ya untuk melatih kemandirian anak tak bisa dengan mudahnya memberi instruksi. selain pastinya memberikan contoh atau teladan bagi anak, kita juga harus selalu sigap menemani proses pembiasaan ini. pantang meloloskannya meski cuma sekali. karena konsistensi kitalah yang dinilai oleh anak.

Tantangan terbesar adalah seberapa besarkah tekad yang saya punya untuk menuntaskan misi ini.
Terkadang saya goyah seolah tak yakin bahwa saya dan anak saya mampu menuntaskannya.. Tapi ketika dilaksanakan dengan sepenuh hati dan memang setelahnya bertawakal pada Allah, tidak ada yang tidak mungkin.

Di hari kedelapan ini, hanif sudah mulai mau membuang sampah sendiri. Meskipun masih belum sepenuhnya konsisten.
Tapi tak apa, saya sangat menikmati proses yang cukup bikin keringat bercucuran ini. hihihi.
Bikin dada dug dug ser. takut ga bisa ngasih teladan yang baik. Takut ga sabaran.
Tapi nyoba dikuat-kuatin deh..

Hanif juga di hari ini, ikut ngambil alat kebersihan sendiri ketika saya sedang menyapu lantai..
menyenangkan sekali bisa bekerja sama dnegan anak.


#harikedelapan 
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 7, kemandirian

Setelah tahap pengenalan, saya coba meminta anak untuk spontan membuang sampah pada tempatnya. tidak ada istilah menunda, .


saat terjadi penolakan?

saya coba tawarkan membuang sampah bersama-sama.
Saya tuntun anak saya untuk bersama-sama menuju arah tong sampah dan membuang sampahnya bersama-sama pula.

Alhamdulillah langkah ini dinilai efektif karena dia tidak merasa diperintah namun diajak berkolaborasi.

Tahap ini cukup menantang, karena Hanif tipe anak yang ekspresif dan mampu merespon sesuai apa yang sedang dia rasakan. Dia akan dengan tegas bilang tidak ketika dia rasa dia tidak ingin melakukannya. Apabila dipaksa? Jangan harap akan ada respon yang diharapkan. Dia cukup keukeuh pada pendiriannyaa.. huhhuhu. Tapi katanya jika anak sudah ajeg dalam mempertahankan keputusannya, itu tanda pemimpin masa depan kan? (ngasal aja nih emak. hihiihi)

Oleh karena itu, setiap kali saya dengar kata "tidak" dari mulut anak saya, saya langsung memandanginya dan melempar senyum maut sayaaa.. hehe.
terus saya tawarin, "hanif ga mau buang sampah sendiri ya? Yu untuk sekarang buang  sampahnya ibu temenin dulu yuuu.. pasti nanti bisa buang sampah sendiri kan?"

Saya tidak menunggu anggukan tapi langsung memegang tangan mungilnya itu sambil menaruh sampah yang hendak dibuang untuk dipegang bersama-sama.

Hanif pun nampak sulit menolak lagi, karena pada dasarnya kan anak ingin selalu bersama dengan orang tuanya.. Jadi selama saya ada di dekatnya, dia akan selalu nyaman melakukan aktivitas. insyaa Allah , aamiin.


#hariketujuh
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 6, Kemandirian

ini adalah cerita tantangan hari ke 6 kemandirian

Karena proses kemandirian anak saya untuk tidak menangis dan tetap ceria meski ditinggal kerja, maka saya mencoba menantang diri sendiri untuk melatih kemandirian anak saya untuk membuang sampah pada tempatnya.

Sebetulnya anak saya sudah dilatih ini dari jauh-jauh hari ini, namun terkadang saya masih meloloskan pembiasaan ini dengan alasan saya gak sabaran, gak mau riber, dan mudah kesal.. Astaghfirullah.. Heheh..


pada hari pertama percobaan ini, saya coba ingatkan kembali di mana letak tong sampah ketika dia hendak membuang sisa makanan  atau sisa kemasan yang hendak ia buang.

Lalu saya kembali tanyakan, biasanya benda apa saja yang harus disimpang di dalam tong sampah.

Lalu saya coba melakukan uji coba dengan memberikannya susu kotak. Setelah meminumnya, ternyata anak saya masih meletakkan kemasannya di lantai. aaaah.. benar yaaaa. padahal sebelumnya anak saya sudah cukup terbiasa dengan membuang sampah.. tapi semenjak saya kembali masuk kerja, pengasuh tidak memberi treatment yang sama.. jadi yaaa lupa..

PEngasuh saya tipe orang yang sangat cinta kebersihan dan enggak tegaan.
Jadi, dia ga tahan apabila melihat anak belepotan makan, atau makanan tercecer di lantai.
Begitupun saat sampah berlama-lama di lantai, dia akan otomatis membuangnya.

Sedikit berbeda dengan saya yang relatif lebih slow dan sangat toleran dengan kebersihan rumah.. mungkin jauh tidak lebih bersih dari pengasuh. ehhehe.
Saya pikir, sampai kapan akan menyuapi anak dan memperlakukannya sebagai bayi kalau tidak dari sekarang..

Mudah-mudahan dengan adanya tantangan ini perlahan tapi pasti dapat melakukan perubahan berarti bagi kemandirian Hanif. aamiin

#harikeenam 
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 5, Kemandirian

Ini adalah tantangan kelima kemandirian.

Saya ingin mematangkan sejauh mana kemandirian anak saya dalam menerima kepergian saya bekerja ke luar kota tiap hari.

Saya pun seperti biasa memberikan sounding atau sugesti positif kepada anak saya, apa saja yang akan dilakukan hari esok.. dan dia akan bisa melewatinya dengan gembira. Selain itu, saya pun bertanya mainan atau buku apa yang akan dibawa ke rumah pengasuhnya..  alhamdulillah dia sudah mandiri dalam pengambilan keputusan. Dia bisa menentukan judul buku apa saja yang ingin dia baca hari itu dan mainan apa saja yang akan dibawa.

Penentuan keputusan ini menjadi langkah besar dalam tahap perkembangan anak saya. Semoga ini akan terus terasah dan berguna bagi kehidupannya dari sekarang hingga dewasa kelak. Karena pada dasarnya, kita hidup memang selalu dihadapkan dengan pilihan-pilihan dan kita akan selalu ditinggalkan oleh orang terdekat kita.

Meski saya belum bisa menjadi full-time mother, Semoga ini menjadi salah satu jalan pendewasaan bagi saya dan anak saya. Aamiin

#harikelima
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 4, Kemandirian


#day 4
Saya coba kembali memantau perkembangan kemandirian hanif untuk tidak menangis ketika ditinggal bekerja. Saat ini, saya selalu berusaha untukmemberi sounding dan menceritakan sejujur mungkin, akan berangkat dan sampai rumah jam berapa. Selain itu, ritual pagi seperti memeluk serta mencium hanif tidak juga dilupakan. Perlahan, hanif terkadang dengan sendirinya memilih mainan apa saja yangakan dia bawa ke rumah pengasuhnya. Seolah menjadi pertanda bahwa seolah dia tahu bahwa besok dia akan ditinggal kemballi.

Kini, hanif berinisiasi untuk mencium saya terlebih dahulu sebelum masuk rumah Enin. Dia pun sun tangan saya dan menyunggingkan senyum pada saya..

Alhamdulillah..
saya melepas kepergian dengan hati yang lebih tentram. melihat senyum lebar anak 2 tahun ini memang pelipur lara terindah yang Allah ciptakan. 


#harikeempat 
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 3, kemandirian


Setelah belum memperoleh hasil optimal di hari  pertama dan keduanya. Malam hari sebelum hari ketiga, saya melakukan sounding terlebih dahulu. Saya bilang kalau mulai besok, ibu ingin membiasakan hanif berani dan tidak menangis ketika ditinggal ibu. Saya bilang kalau hanif ditinggal Cuma sampe siang. Nanti ibu langsung jemput hanif. Dia Cuma terdiam sambil menatap saya dalam. Kami pun segera tidur.
Keesokan harinya, saya membawa hanif ke rumah pengasuh. Saat hendak pergi, saya membungkukkan badan dan memeluk juga menciumnya sembari bilang. “Hanif, ibu harus pergi ya. D di sini nanti main sendiri yaaa atau ajak main Enin (panggilannya pada pengasuh). Maaf ya ibu harus pergi lagi.”
Lalu hanif jawab “iya”.
Ah..betapa ajaibnya momen ini..kemampuan komunikasi produktif sangat membantu menegakkan kemandirian anak. Alhamdulillah... hari ini tak ada momen penuh haru disertai derai Air mata. Kemandirian hanif pun perlahan nampak, ketiika dia mulai berani ditinggal oleh ibunya.

#hariketiga
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 2, Kemandirian


Day #2
Hari selanjutnya, pola baru diterapkan. Saat hendak berangkat, saya tidak lagi pergi diam-diam menunggu hanif lengah. Sekarang saya bilang terlebih dahulu sebelum berangkat, sya mencoba memeluk dan mencium hanif. Tapi dia masih menangis dan tidak rela ditinggalkan. Lalu, saya memutuskan bertahan d sana untuk beberapa saat. Namun, ternyata cara ini belumberhasil dengan baik.
Tiap hari yang dilalui memang penuh warna dan drama.hehe.. metode yang diprediksi mampu bisa mengubah perilaku anak pun takselamanya berhasil.. Meski begitu,mengambil hikmah dari kjhadian-kejadiandisektiar itu yang terpenting. Nampaknya hanif tidak bisa ditinggal begitu saja.,
saya harus melakukan sounding terlebih dahulu pada hanif.

#harikedua
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 1, Kemandirian


Day #1
Melatih kemandirian anak usia 2 thn 3 bulan
Pada tantangan kedua ini, saya coba memfokuskan pada kemandirian anak saya saat ditinggal saya pergi bekerja di ranah publik. Hal pertama adalah tidak menangis ketika ditinggal pergi.
Hari ini, seperti biasa, hanif ditinggal kerja dan saya meminta bantuan saudara untuk mengasuhnya.
Saat ini, stlh berminggu-minggu saya tidak bekerja, hanif seolah tidak siap untuk ditinggal. Reaksi yang terlihat pertama kali adalah wajah muram  penuh duka hanif. Ketidakrelaan seolah tampak jelas diraut wajah hanif. Saat itu saya dengan teganya meninggalkan hanif tanpa minta izin..

 Saya pikir, dengan meninggalkannya diam, akan membuat dia mandiri  meski ditinggal oleh ibunya. Tapi ternyata,pemikiran ini kurang tepat. Bukannya kemandirian atau kerelaan yang muncul, akan tetapi sebuah keterpaksaan yang mungkin dia rasakan. Sungguh ini merupakansuatu hal yang sangat disayangkan. Insyaa Allah di hari selanjutnya akan lbhbaik lagi. Aamiin

#harikesatu
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional