Setelah tahap pengenalan, saya coba meminta anak untuk spontan membuang sampah pada tempatnya. tidak ada istilah menunda, .
saat terjadi penolakan?
saya coba tawarkan membuang sampah bersama-sama.
Saya tuntun anak saya untuk bersama-sama menuju arah tong sampah dan membuang sampahnya bersama-sama pula.
Alhamdulillah langkah ini dinilai efektif karena dia tidak merasa diperintah namun diajak berkolaborasi.
Tahap ini cukup menantang, karena Hanif tipe anak yang ekspresif dan mampu merespon sesuai apa yang sedang dia rasakan. Dia akan dengan tegas bilang tidak ketika dia rasa dia tidak ingin melakukannya. Apabila dipaksa? Jangan harap akan ada respon yang diharapkan. Dia cukup keukeuh pada pendiriannyaa.. huhhuhu. Tapi katanya jika anak sudah ajeg dalam mempertahankan keputusannya, itu tanda pemimpin masa depan kan? (ngasal aja nih emak. hihiihi)
Oleh karena itu, setiap kali saya dengar kata "tidak" dari mulut anak saya, saya langsung memandanginya dan melempar senyum maut sayaaa.. hehe.
terus saya tawarin, "hanif ga mau buang sampah sendiri ya? Yu untuk sekarang buang sampahnya ibu temenin dulu yuuu.. pasti nanti bisa buang sampah sendiri kan?"
Saya tidak menunggu anggukan tapi langsung memegang tangan mungilnya itu sambil menaruh sampah yang hendak dibuang untuk dipegang bersama-sama.
Hanif pun nampak sulit menolak lagi, karena pada dasarnya kan anak ingin selalu bersama dengan orang tuanya.. Jadi selama saya ada di dekatnya, dia akan selalu nyaman melakukan aktivitas. insyaa Allah , aamiin.
#hariketujuh
saat terjadi penolakan?
saya coba tawarkan membuang sampah bersama-sama.
Saya tuntun anak saya untuk bersama-sama menuju arah tong sampah dan membuang sampahnya bersama-sama pula.
Alhamdulillah langkah ini dinilai efektif karena dia tidak merasa diperintah namun diajak berkolaborasi.
Tahap ini cukup menantang, karena Hanif tipe anak yang ekspresif dan mampu merespon sesuai apa yang sedang dia rasakan. Dia akan dengan tegas bilang tidak ketika dia rasa dia tidak ingin melakukannya. Apabila dipaksa? Jangan harap akan ada respon yang diharapkan. Dia cukup keukeuh pada pendiriannyaa.. huhhuhu. Tapi katanya jika anak sudah ajeg dalam mempertahankan keputusannya, itu tanda pemimpin masa depan kan? (ngasal aja nih emak. hihiihi)
Oleh karena itu, setiap kali saya dengar kata "tidak" dari mulut anak saya, saya langsung memandanginya dan melempar senyum maut sayaaa.. hehe.
terus saya tawarin, "hanif ga mau buang sampah sendiri ya? Yu untuk sekarang buang sampahnya ibu temenin dulu yuuu.. pasti nanti bisa buang sampah sendiri kan?"
Saya tidak menunggu anggukan tapi langsung memegang tangan mungilnya itu sambil menaruh sampah yang hendak dibuang untuk dipegang bersama-sama.
Hanif pun nampak sulit menolak lagi, karena pada dasarnya kan anak ingin selalu bersama dengan orang tuanya.. Jadi selama saya ada di dekatnya, dia akan selalu nyaman melakukan aktivitas. insyaa Allah , aamiin.
#hariketujuh
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional



0 comments:
Post a Comment