My Stories...

All about my stories.

Education...

Learn an shares.

Entertaiment

Music, Movie, Life Style and more.

Saturday, November 17, 2018

hari kesepuluh





Hari ke- 10
Emaknya terkejut karena dengan sering dibacakannya buku, Alhamdulillah pelafalan hanif membaik dan pembendaharaan kata yang diproduksi hanif kiat bertambah.. Selain itu, hanif lebih ekspresif, fokus, dan antusias ketika dibackan ceita.

Semoga saya bisa meneruksan projek ini dan menambah projek lain guna melatih kecerdasan anak pada aspek lainnya. Aamiin..



#harikesepuluh
#gamelevel3

#tantangan10hari

#kecerdasan

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Buku dan kehidupan nyata anak


Saya bertanya “hanif, bubo suka madu. Hanif suka madu juga kan?”
Hanif jawab “suka, madu TJ”

Sekali lagi, hanif merespon pertanyaan berkaitan dengan isi buku cerita yang dibacakan dengan pengalamannya sehari-hari.
Menurut emaknya, ini adalah pencapaian besar. Alhamdulillah.. Allah lagi-lagi memberi kejutan dengan begitu banyaknya sel-sel otak hanif yang terus bersambungan menuju sempurna dari hari ke hari. Maka nikmat Allah mana lagi yang bisa saya dustakan
L

Selanjutnya, hanif mampu bercerita bahwa si beruang di buku itu sedang tidur.. dan dia banyak makan madu.. dan seperti biasa.. dia bertanya berbagai benda yang terdapat dalam buku tersebut..
hanif : “bu, ini apa”
ibu   : “beruang”  
Hanif: “ua apa?”
Ibu : beruang kecil
Hanif : “ua adi apa?”
ibu : “tidur”
Hanif : “tidur di ana”

terus aja nanya ampe emaknya ngantuk. Hhihi..

tapi katanya ketika anak terus mengajukan pertanyaan, jangan dicegah.. jangan buru-buru menghentikan fitrah belajar mereka.. Tetap bersabar dan semangat.
tapi yang kalau sedang lelah, emaknya suka mencoba mengganti topik guna menghindari pertanyaan out of the box anak. Dasar emak teu sabaran. Astaghfirullah...




#harikesembilan

#gamelevel3

#tantangan10hari

#kecerdasan

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

membacakan buku dan aktifitas fisik anak




“Bu, odot ocaaat tinggi.. ke ataaas”
“bu, odot ocat aya  dini (kayak gini)” lalu dilanjutkan dengan gerakan,

Dengan membacakan buku, saya merasakan manfaat lain yang muncul dalam perilaku hanif.. Yaitu.. hanif bisa fokus melihat berbagai jenis benda.. dia pun bisa aktif bergerak ketika mencoba meniru gerakan ataupun ekspresi yang terdapat dalam buku tersebut..

Maka, dengan intens bercerita pada anak diharapkan, seorang anak lebih aktif dan ter-stimulus bergerak secara fisik.
Sementara itu, kembali pada fokus projek, untuk keterampilan berbahasa hanif pun kini membaik.. ada bunyi yang sudah cukup jelas terdengar.. seperti konsonan c dan p.



#harikedelapan

#gamelevel3

#tantangan10hari

#kecerdasan

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Membacakan buku


“Bu, anip main ayuna di umah wawadut”

ketika liat gambar ini, hanif seringkali menghubungkan salah satu benda atau konteks situasi yang terdapat pada buku dengan apa yang dia alami.

Kemampuan ini perlu terus diasah bagi anak, agar dia terbiasa melakukan asosiasi dari informasi yang ia peroleh dari buku dengan hal dalam kehidupan nyata. Seperti ketika bercerita tentang bepergian dengan kendaraan tertentu, dia pun bisa melanjutkan bercerita bahwa dia punya pengalaman yang sama seperti pada cerita..



#hariketujuh

#gamelevel3

#tantangan10hari

#kecerdasan

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional



Membacakan buku untuk pengenalan gender pada anak



“ada nene nene”
“ode ode”
“ada ibu”

Setidaknya tiga kalimat ini yang seringkali terlontar ketika dia diminta untuk menjelaskan isi dari halaman buku tersebut.

Selain menjadi fasilitas untuk melafalkan berbagai kosakata, buku ini juga mampu memfasilitasi hanif untuk membedakan mana orang yang sudah tua yang sering dia bilang nenek atau abah. Apabila ada perempuan dan laki-laki  dewasa, dia langsung bilang ibu2 atau bapak. lalu apabila keliatan muda, dia bilang ateu sama om.. kalau masih kecil, dia panggil teteh sama dede. Dan.. alhamdulillah hanif sedikit memahami konsep gender.

Bagi emak emak galau kayak saya, yang sering larut dalam keasyikannya ngoprek hp... membacakan buku untuk anak bisa menjadi salah satu alternatif “kebingungan” ketika “don’t know what to do”..
ketika udah kehabisan ide, harus main apalagi sama anak..

Believe me or not. Reading a book for my child always makes my life more colorful and fun.

So, boleh sharing rekomendasi buku apa yang ibu atau bapak pilihkan untuk putra putrinyaaa,,, untuk pertimbangan ketika ingin menambah koleksi buku hanif. Hehe..



#harikeenam

#gamelevel3

#tantangan10hari

#kecerdasan

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

membacakan buku mengenai kegaiatan sehari-hari


“bu, ada aa di kasui”
alhamdulillah.. kemampuan berbahasa hanif sudah berangsur dapat dimengerti..
 Setelah menyebutkan kalimat tadi, hanif langsung memperagakan gerakan yang ditunjukkan tokoh laki di halaman tersebut.

Ibu ibu sering merasa terkejut ga sih anak bisa melakukan aktifitas yang sebelumnya ga pernah kita ajarin atau tunjukkan?
Jika iya.. maka saya yakin momen tersebut momen indah yang Allah ciptakan bagi kita untuk menyadari betapa Allah Maha Perancang terbaik..Maha Pemberi Kebahagiaan satu-satunya...

Seiring berjalannya komunikasi yang intens antara saya dan hanif lewat bercerita, ada banyak sekali hal yang bisa dikomunikasikan pada anak hanya dari beberapa halaman buku saja.
Seperti saat itu saya menanyakan “hanif, ini aa nya lagi apa di kasur?”
“otat (loncat)” hanif mencoba menjawab
“loooon.. caaaat” saya perbaiki
“ooocaaat” ya lumayan lah yaaaaa

Alhamdulillah.. lewat buku ini, hanif jadi bisa memperbaiki pelafalan salah satu kata.



#harikelima

#gamelevel3

#tantangan10hari

#kecerdasan

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Membacakan soundbook


“bu, caya udi adam.. wiiiiiw wwiiiiiw”

itu kalimat yang sering dilontarkan hanif ketika membaca buku ini.. dengan suara khasnyaaa yang cukup memekakkan gendang telinga. Pun bunyi yang hanif keluarkan perlu proses pemindaian yang aduhai berliku.
Tak jarang hanif kehabisan kesabaran karena ibunya yang super slow memahami kalimat yang diproduksi olehnya.. Ini emaknya yang error apa hanifnya yang unik?
ah.. betapa indah proses ini ya Allah.. hihi

meski perbaikan untuk pelafalan kalimat yang hanif hasilkan masih belum terlihat signifikan, saya sangat senang melihat kepiawaian seorang anak dalam mengingat sesuatu.. mereka super genius. Sekali diberitahu pasti langsung nempel.. Karena katanya kan otak anak di usia 0-2 tahun masih seperti spons. Begitu banyak yang dengan mudahnya bisa diserap.

Maka, di masa keemasan ini.. saya mencoba menyampaikan berbagai jenis informasi yang erat kaitannya dengan kehidupan anak.
Kenapa dibacakan buku ini? Karena di sini ada beragam jenis alat transportasi disertai dengan suaranya.. dan hanif sering berjalan kaki melewati jalan raya dan melihat berbagai jenis kendaraan..
Ada yang bisa tebak kendaraan apa yang sering hanif lihat?
Truk sampah! Haha.
Maka, setiap kali bercerita, pasti ga jauh2 ngomongin truk sampah lagi dan lagi..


Kembali lagi ke pembahasan tentang penyampaian beragam informasi,
dengan dibacakan buku, anak secara langsung dapat menyerap berbagi jenis warna, bentuk, suara, karakter, serta detail-detail lainnya...
daaaaan.. saya selalu meminta dia menyebutkannyaaa untuk mengasah kemampuan berbahasanya yang masih perlu terus dilatih..



#harikeempat

#gamelevel3

#tantangan10hari

#kecerdasan

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Membacakan buku asal mula namaku




Pada latihan kali ini, hanif dibacakan buku dari rabbit hole lainnya.. judulnya asal mula namaku..
salah satu isi bukunyaaaa memfasilitasi hanif untuk mencocokkan bentuk awan dengan gambar makanan yang sebenarnya..

alhamdulillah di tahap ini, hanif bisa menunjukkan berbagai jenis makanan.. seperti satu, ayam, baso dan es.
Namun, saat diminta menebak rendang, hanif merenung.. raut mukanya nampak cemas.. Ibu pun semakin fokus memandangi raut wajah seriusnyaa.. tak lama berselang... ada bau tak sedap menyeruak menusuk hidup minimalis ibu hanif.. ah.. ternyata dia p*p.. kirain berpikir keras hiihihi..

Setelah proses sanitasi telah ditunaikan dengan ikhlas dan diakhiri dengan kejar-kejaran karena hanif senang sekali kabur saat mau dipakein popok dan celana... sesi membaca buku pun kembali dilanjutkan..
hanif diminta menebak gambar terakhir yang masih menjadi misteri dalam pikirannya.. ekspresi wajah hanif memandang saya.. seolah bilang “taluk bu”... lalu bersuara “aba apa yaaa”


ibunya akhirnya tergoda untuk memberi clue.. ini namanya “reeeen”
“eeen” hanif mengikuti..tanpa melanjutkan suku kata selanjutnyaa.. artinya dia masih belum mengingat kosakata satu ini.
“rendang” saya kemudian memberitahu hanif.
“euta”  hanif mengikuti lagi.
saya mencoba memperbaiki lagi.. tapi belum berhasil.


Nanti dicoba lagiii..
lalu lanjut bercerita ke halaman-halaman berikutnyaa




#hariketiga

#gamelevel3

#tantangan10hari

#kecerdasan

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

Membacakan buku hmm

HMMMMM






Ini salah satu isi halaman dari buku anak yang saya bacakan...
Buku ini sengaja dipilih oleh hanif karena buku HMM dari Rabbit Hole ini jadi buku “sepanjang masa” buat hanif.. yaaa.. dari sekitar 1 tahun kalau ga salah.. hanif udah punya dan suka banget sama buku ini..

Seperti biasa, saya mulai bercerita dengan menunjukkan sampul bukunya terlebih dahulu. Pertanyaan pertama yang biasa saya tanyakan adalah “hanif, di buku ini ada gambar apa?”
Alhamdulillah hanif sudah mengerti mengenai maksud dari pertanyaan tersebut dan menjawab sesuai dengan apa yang dia tau. Dia jawab “ada aa”
saya lanjut bertanya, “buku apa ini?”
dia jawab “ini butu hmmm”

Saya coba menjalankan “misi” yang sudah didesain sebelumnyaaa yaitu mencoba memperbaiki kemampuan berbicara hanif.... yang lbh fokus pada kemampuannya mengeluarkan bunyi yang “lebih ramah di telinga” hihihihi..

Saya coba memperbaiki pelafalannya dengan bilang “buku hmm yaaaa, nif? Bukuuu”
Dia kembali mengulang dan tetap bilang “butu”

Setelah beberapa kali dicoba tetep msh bilang butu.. karena memang hanif belum menemukan fungsi tenggorokan untuk memproduksi bunyi huruf k dan g.  :D
nanti kita coba lagi ya, nak..

Lalu, d halaman awal, saya mau mulai cerita, dia mulai mendahului dengan bilang “bu, lote”
“lopeeee” saya bilang.
“looo... teee” hanif menimpali..

mencoba minta hanif mengatupkan kedua bibirnyaaa.. tetap saja nyengir lagi..
saya Cuma bisa senyum dan bersabar..

Yang penting sudah belajar..
selain melatih hanif memproduksi kata baru, dengan membaca buku ini hanif dikenalkan bagaimana memahami perasaan atau emosi yang dia rasakan.. Terus dia juga bisa berekspresi sesuai dengan ekspresi karakternyaaa..
Pengenalan warna dan benda itu mah bonus kece dari membacakan buku pada anak..

Kita coba di hari selanjutnya yaaa nif.... hihihih



#harikedua

#gamelevel3

#tantangan10hari

#kecerdasan

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional



Projek Melatih kecerdasan Anak usia 2 tahun




Bismillah..
Alhamdulillah.. sudah tiba juga di level 3 bunda sayang. Butuh perjuangan bisa masuk ke tahap ini... konsistensi masih menjadi kunci sekaligus tantangan utama bagi ibu satu anak ini untuk menuntaskan kewajiban..

Pada tahap ini, akan dilakukan sebuah projek yang dirancang guna melatih kecerdasan anak. Adapun kecerdasan ini tidak hanya berkutat dengan kemampuan calistung seperti yang pada umumnya diketahui. Akan tetapi, kecerdasan luas cakupannya.. seperti kecerdasan emosional dan spiritual pun masuk kedalamnya..
Sebetulnya, agak bingung sih ketika diminta fokus kecerdasan mana yang akan coba dilatih untuk hanif. Tapi, setelah diramu sedemikian rupaaaa.. (ceileeeh gaya amat :D) akhirnya emaknya hanif memutuskan untuk melatih kecerdasan berbahasa hanif.
Kenapa memilih kecerdasan satu ini?

Karena bahasa menjadi aspek terpenting buat saya dan hanif untuk berkomunikasi. Akhir-akhir ini cukup sering terjadi “drama” karena hanif sudah mulai senang bercerita namun terkendala kata-kata “unik” yang sering bikin emaknya mengernyitkan dahi.
So, kenapa tidak emaknya coba untuk melatihnya untuk mengeluarkan berbagai kata juga beragam bunyi melalui bercerita...
Yaaa soalnya emaknya hanif sering dicuekin kalau “gelagat” mau ngebenerin kata-kata hanif yang blm jelas bunyinyaaaa.. semoga lewat cerita lebih efektif.. aamiin..








#haripertama
#gamelevel3
#tantangan10hari
#kecerdasan
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Saturday, October 20, 2018

Day 10, kemandirian

Dalam tantangan hari ke 10 ini
Alhamdulillah..

Ternyata sudah mulai ada perubahan yang terjadi pada kebiasaan anak saya. Dia sudah mulai sadar di mana letak tong sampah dan apa saja yang boleh masuk k sana.
Hanif pun kini cukup refleks membuang sampah pada tong sampah tersebut dan mulai protes apabila ayah dan ibunya tidak melakukan hal serupa.

Pernah hari itu saya coba menguji anak saya dengan menyimpan kemasan plastik di lantai. Kemudian hanif mendatangi saya dan bilang, "Bu, buang ke to ampah"
lalu saya bilang, "aduh ibu lupa, harus dibuang kemana ya?"
dia pun menunjuk ke arah dapur.


Alhamdulillah...
ini merupakan hal yang mengesankan bagi saya. Ternyata hanif bisa membiasakan kembali membuang sampah pada tempatnya.
Insyaa Allah pembiasaan ini tidak terbatas pada tantangan hari ini saja, tapi ini adalah challenge bagi saya seumur hidup.
Tak ada yang lebih membahagiakan dibandingkan dengan melihat perubahan positif yang terjadi pada diri sendiri, anggota keluarga terdekat, dan teman-teman sekitar.

Semoga Allah senantiasa limpahkan keberkahan pada setiap ikhtiar yang saya jalani.
Terima kasih untuk partner hidup saya yang selalu support segala usaha saya tanpa mem-bully segala kekurangan saya..
Semoga Allah melimpahruahkan cinta-Nya bagi kalian keluarga kecilku.

#harikesepuluh 
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 9, kemandirian

Hari ini merupakan hari keempat membiasakan anak saya untuk mandiri dalam membuang sampah pada tempatnya.
Saya kembali menanyakan dimana tempat sampah apabila hanif hendak membuang sampah. Saya pun mencoba menanyakan apa warna tong sampahnya..
Lalu apa saja yang boleh masuk pada tong sampah itu.

Pada hari keempat pada skill kedua ini, saya sengaja memberikan salah satu kue dengan kemasan plastik dan mengajaknya makan bersama-sama. Lalu saya memperhatikan apakah dia kini sudah mulai konsisten membuang sampah pada tempatnya.

Tahap eksperimen dan observasi ini sengaja saya lakukan kembali untuk mengukur konsistensi anak dalam menuntaskan misi ini.

hasilnya?

alhamdulillah dia mau membuang sampahnya ke tong sampah, tapi ternyata masih harus diingatkan oleh saya. Tapi tak apa, saya yakin ini menjadi langkah awal menjadi pembiasaan pada kemampuan kemandirian lainnya.
Semoga Allah senantiasa memberi keberkahan terhadap ikhtiar yang dijalani. aamiin..



#harikesembilan 
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 8, kemandirian

pada tantangan hari ke 8

Masih butuh usaha sangat keras untuk membiasakan anak buang sampat pada tempatnya.
Salah satunya ketika dia dengan dinginnya jawab enggak mau.
Saya otomatis menyunggingkan senyum dan mengajaknya kembali membuang sampah ke tong sampah bersama-sama.

Memang ya untuk melatih kemandirian anak tak bisa dengan mudahnya memberi instruksi. selain pastinya memberikan contoh atau teladan bagi anak, kita juga harus selalu sigap menemani proses pembiasaan ini. pantang meloloskannya meski cuma sekali. karena konsistensi kitalah yang dinilai oleh anak.

Tantangan terbesar adalah seberapa besarkah tekad yang saya punya untuk menuntaskan misi ini.
Terkadang saya goyah seolah tak yakin bahwa saya dan anak saya mampu menuntaskannya.. Tapi ketika dilaksanakan dengan sepenuh hati dan memang setelahnya bertawakal pada Allah, tidak ada yang tidak mungkin.

Di hari kedelapan ini, hanif sudah mulai mau membuang sampah sendiri. Meskipun masih belum sepenuhnya konsisten.
Tapi tak apa, saya sangat menikmati proses yang cukup bikin keringat bercucuran ini. hihihi.
Bikin dada dug dug ser. takut ga bisa ngasih teladan yang baik. Takut ga sabaran.
Tapi nyoba dikuat-kuatin deh..

Hanif juga di hari ini, ikut ngambil alat kebersihan sendiri ketika saya sedang menyapu lantai..
menyenangkan sekali bisa bekerja sama dnegan anak.


#harikedelapan 
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 7, kemandirian

Setelah tahap pengenalan, saya coba meminta anak untuk spontan membuang sampah pada tempatnya. tidak ada istilah menunda, .


saat terjadi penolakan?

saya coba tawarkan membuang sampah bersama-sama.
Saya tuntun anak saya untuk bersama-sama menuju arah tong sampah dan membuang sampahnya bersama-sama pula.

Alhamdulillah langkah ini dinilai efektif karena dia tidak merasa diperintah namun diajak berkolaborasi.

Tahap ini cukup menantang, karena Hanif tipe anak yang ekspresif dan mampu merespon sesuai apa yang sedang dia rasakan. Dia akan dengan tegas bilang tidak ketika dia rasa dia tidak ingin melakukannya. Apabila dipaksa? Jangan harap akan ada respon yang diharapkan. Dia cukup keukeuh pada pendiriannyaa.. huhhuhu. Tapi katanya jika anak sudah ajeg dalam mempertahankan keputusannya, itu tanda pemimpin masa depan kan? (ngasal aja nih emak. hihiihi)

Oleh karena itu, setiap kali saya dengar kata "tidak" dari mulut anak saya, saya langsung memandanginya dan melempar senyum maut sayaaa.. hehe.
terus saya tawarin, "hanif ga mau buang sampah sendiri ya? Yu untuk sekarang buang  sampahnya ibu temenin dulu yuuu.. pasti nanti bisa buang sampah sendiri kan?"

Saya tidak menunggu anggukan tapi langsung memegang tangan mungilnya itu sambil menaruh sampah yang hendak dibuang untuk dipegang bersama-sama.

Hanif pun nampak sulit menolak lagi, karena pada dasarnya kan anak ingin selalu bersama dengan orang tuanya.. Jadi selama saya ada di dekatnya, dia akan selalu nyaman melakukan aktivitas. insyaa Allah , aamiin.


#hariketujuh
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 6, Kemandirian

ini adalah cerita tantangan hari ke 6 kemandirian

Karena proses kemandirian anak saya untuk tidak menangis dan tetap ceria meski ditinggal kerja, maka saya mencoba menantang diri sendiri untuk melatih kemandirian anak saya untuk membuang sampah pada tempatnya.

Sebetulnya anak saya sudah dilatih ini dari jauh-jauh hari ini, namun terkadang saya masih meloloskan pembiasaan ini dengan alasan saya gak sabaran, gak mau riber, dan mudah kesal.. Astaghfirullah.. Heheh..


pada hari pertama percobaan ini, saya coba ingatkan kembali di mana letak tong sampah ketika dia hendak membuang sisa makanan  atau sisa kemasan yang hendak ia buang.

Lalu saya kembali tanyakan, biasanya benda apa saja yang harus disimpang di dalam tong sampah.

Lalu saya coba melakukan uji coba dengan memberikannya susu kotak. Setelah meminumnya, ternyata anak saya masih meletakkan kemasannya di lantai. aaaah.. benar yaaaa. padahal sebelumnya anak saya sudah cukup terbiasa dengan membuang sampah.. tapi semenjak saya kembali masuk kerja, pengasuh tidak memberi treatment yang sama.. jadi yaaa lupa..

PEngasuh saya tipe orang yang sangat cinta kebersihan dan enggak tegaan.
Jadi, dia ga tahan apabila melihat anak belepotan makan, atau makanan tercecer di lantai.
Begitupun saat sampah berlama-lama di lantai, dia akan otomatis membuangnya.

Sedikit berbeda dengan saya yang relatif lebih slow dan sangat toleran dengan kebersihan rumah.. mungkin jauh tidak lebih bersih dari pengasuh. ehhehe.
Saya pikir, sampai kapan akan menyuapi anak dan memperlakukannya sebagai bayi kalau tidak dari sekarang..

Mudah-mudahan dengan adanya tantangan ini perlahan tapi pasti dapat melakukan perubahan berarti bagi kemandirian Hanif. aamiin

#harikeenam 
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 5, Kemandirian

Ini adalah tantangan kelima kemandirian.

Saya ingin mematangkan sejauh mana kemandirian anak saya dalam menerima kepergian saya bekerja ke luar kota tiap hari.

Saya pun seperti biasa memberikan sounding atau sugesti positif kepada anak saya, apa saja yang akan dilakukan hari esok.. dan dia akan bisa melewatinya dengan gembira. Selain itu, saya pun bertanya mainan atau buku apa yang akan dibawa ke rumah pengasuhnya..  alhamdulillah dia sudah mandiri dalam pengambilan keputusan. Dia bisa menentukan judul buku apa saja yang ingin dia baca hari itu dan mainan apa saja yang akan dibawa.

Penentuan keputusan ini menjadi langkah besar dalam tahap perkembangan anak saya. Semoga ini akan terus terasah dan berguna bagi kehidupannya dari sekarang hingga dewasa kelak. Karena pada dasarnya, kita hidup memang selalu dihadapkan dengan pilihan-pilihan dan kita akan selalu ditinggalkan oleh orang terdekat kita.

Meski saya belum bisa menjadi full-time mother, Semoga ini menjadi salah satu jalan pendewasaan bagi saya dan anak saya. Aamiin

#harikelima
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 4, Kemandirian


#day 4
Saya coba kembali memantau perkembangan kemandirian hanif untuk tidak menangis ketika ditinggal bekerja. Saat ini, saya selalu berusaha untukmemberi sounding dan menceritakan sejujur mungkin, akan berangkat dan sampai rumah jam berapa. Selain itu, ritual pagi seperti memeluk serta mencium hanif tidak juga dilupakan. Perlahan, hanif terkadang dengan sendirinya memilih mainan apa saja yangakan dia bawa ke rumah pengasuhnya. Seolah menjadi pertanda bahwa seolah dia tahu bahwa besok dia akan ditinggal kemballi.

Kini, hanif berinisiasi untuk mencium saya terlebih dahulu sebelum masuk rumah Enin. Dia pun sun tangan saya dan menyunggingkan senyum pada saya..

Alhamdulillah..
saya melepas kepergian dengan hati yang lebih tentram. melihat senyum lebar anak 2 tahun ini memang pelipur lara terindah yang Allah ciptakan. 


#harikeempat 
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 3, kemandirian


Setelah belum memperoleh hasil optimal di hari  pertama dan keduanya. Malam hari sebelum hari ketiga, saya melakukan sounding terlebih dahulu. Saya bilang kalau mulai besok, ibu ingin membiasakan hanif berani dan tidak menangis ketika ditinggal ibu. Saya bilang kalau hanif ditinggal Cuma sampe siang. Nanti ibu langsung jemput hanif. Dia Cuma terdiam sambil menatap saya dalam. Kami pun segera tidur.
Keesokan harinya, saya membawa hanif ke rumah pengasuh. Saat hendak pergi, saya membungkukkan badan dan memeluk juga menciumnya sembari bilang. “Hanif, ibu harus pergi ya. D di sini nanti main sendiri yaaa atau ajak main Enin (panggilannya pada pengasuh). Maaf ya ibu harus pergi lagi.”
Lalu hanif jawab “iya”.
Ah..betapa ajaibnya momen ini..kemampuan komunikasi produktif sangat membantu menegakkan kemandirian anak. Alhamdulillah... hari ini tak ada momen penuh haru disertai derai Air mata. Kemandirian hanif pun perlahan nampak, ketiika dia mulai berani ditinggal oleh ibunya.

#hariketiga
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 2, Kemandirian


Day #2
Hari selanjutnya, pola baru diterapkan. Saat hendak berangkat, saya tidak lagi pergi diam-diam menunggu hanif lengah. Sekarang saya bilang terlebih dahulu sebelum berangkat, sya mencoba memeluk dan mencium hanif. Tapi dia masih menangis dan tidak rela ditinggalkan. Lalu, saya memutuskan bertahan d sana untuk beberapa saat. Namun, ternyata cara ini belumberhasil dengan baik.
Tiap hari yang dilalui memang penuh warna dan drama.hehe.. metode yang diprediksi mampu bisa mengubah perilaku anak pun takselamanya berhasil.. Meski begitu,mengambil hikmah dari kjhadian-kejadiandisektiar itu yang terpenting. Nampaknya hanif tidak bisa ditinggal begitu saja.,
saya harus melakukan sounding terlebih dahulu pada hanif.

#harikedua
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Day 1, Kemandirian


Day #1
Melatih kemandirian anak usia 2 thn 3 bulan
Pada tantangan kedua ini, saya coba memfokuskan pada kemandirian anak saya saat ditinggal saya pergi bekerja di ranah publik. Hal pertama adalah tidak menangis ketika ditinggal pergi.
Hari ini, seperti biasa, hanif ditinggal kerja dan saya meminta bantuan saudara untuk mengasuhnya.
Saat ini, stlh berminggu-minggu saya tidak bekerja, hanif seolah tidak siap untuk ditinggal. Reaksi yang terlihat pertama kali adalah wajah muram  penuh duka hanif. Ketidakrelaan seolah tampak jelas diraut wajah hanif. Saat itu saya dengan teganya meninggalkan hanif tanpa minta izin..

 Saya pikir, dengan meninggalkannya diam, akan membuat dia mandiri  meski ditinggal oleh ibunya. Tapi ternyata,pemikiran ini kurang tepat. Bukannya kemandirian atau kerelaan yang muncul, akan tetapi sebuah keterpaksaan yang mungkin dia rasakan. Sungguh ini merupakansuatu hal yang sangat disayangkan. Insyaa Allah di hari selanjutnya akan lbhbaik lagi. Aamiin

#harikesatu
#gamelevel2
#tantangan10hari
#kemandirian
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Saturday, September 22, 2018

Lego

Akhir-akhir ini, anak saya sedang senang bermain lego.
Permainan tersebut memang membuat dia asyik bermain, namun menjadi PR bagi ibunya untuk melakukan pembiasanaan bagi dia untuk merapikan kembali mainannya.

Percobaan pertama, saya coba meminta dia untuk membereskannya sendiri.

Dia tidak merespon permintaan saya. karena dengan memberi perintah saja memang bukan merupakan salah satu kriteri komunikasi produktif.

Percoabaan kedua, saya coba memperbaiki pilihan kata dan intonasi suara saya menjadi lebih rendah dan ramah, lalu bilang "sayang, main legonya udah selesai kan? gimana kalau sebelum main mainan yang lain, kita beresin dulu mainannya."

Anak saya otomatis menjawab tidak. karena dia sedang hobi sekali mengatakan kata tersebut.

Saya lalu tersenyum, menarik nafas dan menatap matanya.

Saya sekali lagi mengajukan kalimat yang sama dan mulai mencontohkan bagaimana cara memasukkan lego ke dalam tasnya satu persatu.

Alhamdulillah, stlh bbrp detik dia masih saja mematung, akhirnya dia ingin melakukan hal yang diminta tanpa dipaksa.

#harikesepuluh 
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional 

Jangan berjanji

Saya telah membuat sebuah kesealahan besar sehari yang lalu, saya menjanjikan anak saya untuk naik kereta pada hari libur mengajar. Tanpa diduga, ternyata saya harus segera ke salah satu sekolah swasta untuk mengambil data penelitian. Hal ini otomatis membuat saya dengan berat hati harus membatalkan janji dengan anak saya.

Pelajaran yang saya peroleh saat itu adalah, anak sangat ingat janji apa saja yang pernah diucapkan orang tuanya. Saat bangun tidur, anak saya langsung menagih janji saya.
Hati emaknya hancur berkeping-keping ketika harus bilang bahwa rencananya ditunda, tidak dilakukan hari itu.

Anak saya menunjukkan ekspresi menolak dengan merengek dan bilang kereta api.
Saya mencoba berempati dengan apa yang ida rasakan. Saya lalu bilang, "sayang, pasti sedih ya ga jadi naik kereta api hari ini? maafin ibu ya.."

Anak saya tidak merengek lagi
 Lalu saya lanjut berkata bahwa sebagai gantinya, anak saya bisa ikut ke tempat saya mengajarkan tapi dengan naik angkot atau bus.

Saya katakan kepada anak saya, "Sayang, meski ga jadi naik kereta, kamu tetep boleh ikut ibu kok naik angkot".

Dia menolak.

Lalu saya beri opsi, "Sayang mau ikut ibu naik angkot atau di rumah saja dengan uwa?"

Dia pun lebih memilih tinggal di rumah.

#harikesembilan 
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional 

Membuang sampah

Membuang sampah merupakan kebiasaan yang wajib dimiliki oleh setiap orang.
Begitupun anak saya.
Saya ingin dia terbiasa membuang sampah di tempatnya. Hal ini saya terapkan dengan membiasakan langsung membuang pastik bekas jajanannya atau makanan yang dia makan ke tong sampah.

Satu waktu, anak saya membiarkan begitu saja bekas susu kotak yang dia beli. Kotak susu itu disimpan di lantai.
Lalu saya tanya, "Sayang, susunya sudah habis belum?"

Anak saya berkata iya.

Lalu saya bilang "Tolong sampah bekas susunya dibuang ke tong sampah ya"
Saya coba sesingkat dan sejelas mungkin memberi instruksi kepada anak saya. Akan tetapi sekarang hanif dalam fase menolak. Sering sekali apa yang saya tawarkan dijawab dengan "tidak".

Setelah pertolongan pertama tidak digubris, lalu saya coba terapkan pelankan suara dan menjadikannya seramah mungkin di telinga anak.

"sayang, yu kita buang sampahnya ke tong sampah, ibu bantu ambilkan kotak susunya, nanti hanif yang bawa ke dapur dan membuangnya ya?"

Alhamdulillah anak saya mau menurut melakukannya..

Tak lupa saya memujinya karena mau membuang sampah pada tempatnya.

ALhamdulillah, banyak hikmah yang diperoleh dengan menerapkan komunikasi produktif pada anak.

#harikedelapan
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional 

Gunting

Anak saya kini sedang dalam fase ingin menggunakan gunting dan pisau. 
Setiap kali memakan sesuatu yang dibungkus dengan kemasan, dia akan sangat sigap mencari gunting. 
Dia bilang, "uting... uting.. potong bungkus". 

Kesalahan saya saat itu adalah tidak menyimpan benda tajam di lemari. Tapi hanya di dalam box yang berisi berbagai macam alat tulis. anak saya sudah tahu bahwa saya selalu menaruhnya di sini. 

Kemudian dibawalah gunting tersebut dan hendak dipotong ke bungkus makanan yang td dibeli sebelumnya. 

Sebetulnya saya panik, tapi saya harus menerapkan komunikasi produktif berupa menunjukkan empati terlebih dahulu. 

Saya bilang, "Sayang, pengen tahu gimana caranya pake gunting ya? Pasti seru ya gunting-gunting plastik atau kertas. tapi ibu takut nanti km sakit karena ga sengaja kena guntingnya."

Anak saya mulai memperhatikan pembicaraan saya. Tapi tetap menggerak-gerakkan guntingnya. 

Lalu saya terapkan pola komprod selanjutnya, yaitu dengan mengganti perintah menjadi pilihan. saya bilang, "Gimana kalau kita pake guntingnya berdua, jadi nanti buka bungkus cepet"

setelah diberi opsi demikian, anak saya lebih mendengarkan apa yang saya utarakan 

#hariketujuh
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional 

Ritual malam

Momen sebelum tidur merupakan momen yang cukup menantang bagi saya. pasalnya, saat menjelang tidur, anak saya mengerluarkan jurus rengekannya untuk memperoleh perhatian saya.

Diawali dengan ingin minum, makan, main.. keinginan-keinginan ini kemudian beriringan dengan tangisan yang tak jarang sangat tidak sebentar. Saat  ditanya alasan keinginannya apa? Anak sayasegera menjawab ingin minum. tapi saat saya membawakan minumannya, mendadak seolah tidak mau.

Setelah observasi beberapa hari,  saya mengambil kesimpulan bahwa keinginan ingin makan dan minum semata untuk memperoleh suasana hati kami yang buruk. Maka saya sampaikan pada  anak saya, "Sayang, hanif boleh kok minta minum atau makan. tapi kalau mau bobo, jangan minta dulu, karena nanti perut hanif terlalu kenyang. Nanti perutnya gendut".

Setelah melakukan observasi dan menyampaikan keinginan saya, komunikasi saat kami hendak tidur kini dinilai lebih produktif. Karena hanif jawab iya. Meski, tak tahu apakah akan bertahan pada malam selanjutnya atau tidak.
 
#harikeenam
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional 

Friday, September 14, 2018

Child's reaction depends on parents' response

Masih berkaitan dengan hal di post sebelumnya.
Anak saya sering berteriak dan menangis kalau ingin melakukan sesuatu.

Pernah saat saya sedang pegang hp karena membalas chat tentang hal yang memang harus segera dibalas. Anak saya terus berteriak da menangis. Seolah protes saya pegang hp. Saya kemudian menjawab;
"Ssst jangan ribut." My bad :(

Anak saya berteriak makin menjadi dan melempar mainan.
Saya keukeuh  membalas chat karena saya pikir hanya beberapa detik lagi dan memang dalam hitungan kurang dari satu menit, saya sudah selesai membalas pesan tersebut.

Namun, saat saya menoleh ke anak, raut kecewa nampak di wajahnya.

Saya pun mendekati anak saya, memeluk sejenak, dan duduk d hadapannya sambil memandang matanya. Saya mengatakan:
"Nak, maafin ibu ya.. Ibu nyuekin hanif beberapa menit. Dan ibu jadi teriak ya ke hanif."

anak saya diam..

Saya tanya apakah dia sedih dan kesal.

Saya bilang dia boleh mengutarakan kekesalan dan kesedihannya, tapi tidak dengan melempar mainan. Lalu saya peluk dan cium hanif.

#hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Langkah kecil berdampak besar

"aaaa.. Ibu... cucaaah.."

Teriakan dari kamar tiba-tiba terdengar..


Akhir-akhir ini anak saya sering sekali berteriak dan menangis untuk mendapatkan perhatian dari saya. Setelah saya merenung sejenak, akhir-akhir ini saya memang sedang menghadapi banyak deadline di tempat kerja di ranah publik. Tak jarang, saya pun memasang wajah kesal dan menanggapi dengan intonasi suara yang tidak ramah ke telinga anak. So sad :( 

Setelah saya menyadari hal ini, saya mencoba menata kembali apa yang selama ini jadi pemicu kelabilan emosi. Saya coba cicil semua pekerjaan yang belum selesai di tempat kerja- tidak membawanya ke rumah. Saya pun mencoba diam dulu d kamar ketika belum siap menyapa anak. Tarik napas dalam, lalu keluarkan. Set wajah seramah mungkin. Baru saya berani bertemu anak. 


Usaha yang saya lakukan tersebut merupakan usaha kecil yang berdampak sangat besar terhadap produktifitas komunikasi antara saya dengan anak. Semenjak menerapkan hal itu, anak saya kini kembali ceria. Meski masih beberapa kali mudah menangis, tapi kini membaik. Alhamdulillah..


#hari4
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional



KISS

Beberapa hari yang lalu, saat saya sedang mencuci piring, saya baru ingat ternyata ada cangkir bekas minum hanif yang masih berada di kamar.. Cangkir tersebut memang ditempatkan di sana saat hanif ingin minum saat malam...

Karena saat itu tangan saya sangat licin, maka saya perlu bantuan seseorang untuk membawakan cangkir itu. Pada saat itu saya hanya berdua saja dengan hanif.

Saya mencoba menerapkan salah satu ilmu tentang komprod. yaitu dengan memberi informasi berupa instruksi yang pendek dan sederhana.

Maka saat itu saya bilang.
"Hanif, punten ambil gelas yang ada di kamar ya?"

Hanif berpikir beberapa saat lalu beranjak dari tempatnya.. Beberapa saat kemudian, Hanif datang dengan membawa gelas yang saya perintahkan tadi.

ternyata memang memberi instruksi yang pendek dan sederhana (KISS: Keep information short and simple) sangat bermanfaat bagi komunikasi ibu dan anak.

#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Friday, September 7, 2018

The Power of BISA

Jumat, 7 September 2018. 




Menjadi ibu yang bekerja di ranah publik merupakan salah satu hal yang menantang bagi saya.
Salah satu konsekuensi yang harus siap diterima adalah ketika ada 'drama' acapkali terjadi saat pamit keluar rumah. Tak jarang Hanif merengek tak mau ditinggal.

Seperti beberapa minggu lalu. Saya yang harus kembali berangkat ke kampus karena ada beberapa kegiatan, mulai harus merelakan waktu bersama Hanif dan meminta saudara untuk menemani dan menjaganya. Saat itu, tanpa ada kata apapun, saya tinggalkan Hanif di rumah. Bahkan pernah Hanif ditinggalkan diam-diam. He did not even know that I left him for several hours. So cruel.

Sejak saat itu, saya meyakini bahwa cara yang dilakukan itu tidak adil dan ada yang harus diperbaiki. Ya. cara saya berkomunikasi saat hendak pergi keluar rumah yang harus diperbaiki. Saya harus berempati pada keadaan Hanif yang sedih ditinggal. Maka, setiap pagi sebelum ditinggal, saya selalu berusaha menebak apa yang Hanif rasakan dan selalu saya bahasakan atau diungkapkan.

Saya bilang, "Hanif sedih ya ibu pergi keluar rumah?".
"Maafin ibu ya. Insyaa Allah Hanif bisa kok ditinggal ibu hari ini. Nanti Hanif main ya sama enin."

lewat kalimat itu saya coba memberi sugesti dengan bilang BISA.

Ajaibnya, semenjak saya selalu bilang gtu sebelum tidur dan saat pagi, Hanif tidak pernah merengek lagi saat ditinggal pergi. Saya semakin yakin bahwa anak sangat paham apa yang orang lain sampaikan.
Asalkan kita mengutarakannya dengan jelas, intonasi yang pas, dan suara yang ramah.

Alhamdulillah, betapa komunikasi produktif itu sangat bermanfaat bagi kelangsungan ketentraman saya dan anak dalam menjalin chemistry...

#hari2
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

Thursday, September 6, 2018

I just need your full attention.

Kamis, 06-09-2018


Malam ini, saya sedang melakukan salah satu pekerjaan yang harus segera diselesaikan, hanya sebentar. Oleh karena itu, Selama pengerjaan ini, Hanif bersama ayahnya. Namun nampaknya hanif masih ingin ditemani ibunya. Hanif mulai membuka lemari buku dan mengambil salah satu buku favoritnya. 

Saat saya tengah terhanyut dalam bacaan, Hanif mulai berteriak "ini apa?". hmm.. volume teriakannya itu hampir sepadan dengan suara komandan upacara saat upacara bendera di Istana Merdeka.. *ibunya hanif mulai lebay* . 

Telah larut dalam kerjaan, saya cuma noleh terus jawab pertanyaan yang Hanif tanyakan. Saya bilang "itu komodo". Lalu lanjut melihat layar laptop. 

Hanif kemudian  melontarkan pertanyaan serupa, dengan nada bombastis yang sama seperti sebelumnya.. 

Saya sadar kalau saya sudah mengabaikan Hanif dengan menjawab pertanyaannya tanpa ada kontak mata dan ekspresi yang dia harapkan. Meskipun sebetulnya saya sudah menjawab pertanyaannya... 

Aaah.. saatnya mempraktikkan ilmu komunikasi produktif yang baru saja didapat.. 

Saya matikan laptop. 
Tarik nafas. 
Pasang raut muka menyenangkan dengan senyum lebar. 

Lalu mengajukan pertanyaan: "Hanif mau baca buku bareng ibu ya?" 
Dengan intonasi yang tenang sambil melakukan kontak mata. 

Hanif jawab iya..

Maka saya lanjutkan kegiatan hanif dengan  memeluknya sambil diceritakan isi buku yang dipilihnya. 

Alhamdulillah..
diingatkan kembali bahwa betapa intonasi suara dan bahasa tubuh merupakan dua poin penting dalam berkomunikasi dengan anak. 
Sedangkan ternyata suara hanya menyumbangkan 7% untuk efektitas komunikasi produktif. 


Saya jadi sadar bahwa sepanjang apapun ceramah kita untuk anak, tidak akan berdampak apa-apa bagi anak. 
sedangkan apabila kita memperhatikan intonasi suara kita dan seluruh anggota tubuh kita terlibat dalam komunikasi itu, akan lebih bermakna bagi anak. 


Mungkin jika anakku sudah mulai lancar membahasakan emosinya, dia akan bilang: 
"I just need your full attention, mom!"

#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional