Friday, September 14, 2018

Child's reaction depends on parents' response

Masih berkaitan dengan hal di post sebelumnya.
Anak saya sering berteriak dan menangis kalau ingin melakukan sesuatu.


Pernah saat saya sedang pegang hp karena membalas chat tentang hal yang memang harus segera dibalas. Anak saya terus berteriak da menangis. Seolah protes saya pegang hp. Saya kemudian menjawab;
"Ssst jangan ribut." My bad :(

Anak saya berteriak makin menjadi dan melempar mainan.
Saya keukeuh  membalas chat karena saya pikir hanya beberapa detik lagi dan memang dalam hitungan kurang dari satu menit, saya sudah selesai membalas pesan tersebut.

Namun, saat saya menoleh ke anak, raut kecewa nampak di wajahnya.

Saya pun mendekati anak saya, memeluk sejenak, dan duduk d hadapannya sambil memandang matanya. Saya mengatakan:
"Nak, maafin ibu ya.. Ibu nyuekin hanif beberapa menit. Dan ibu jadi teriak ya ke hanif."

anak saya diam..

Saya tanya apakah dia sedih dan kesal.

Saya bilang dia boleh mengutarakan kekesalan dan kesedihannya, tapi tidak dengan melempar mainan. Lalu saya peluk dan cium hanif.

#hari5
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

0 comments:

Post a Comment