Saturday, September 22, 2018

Jangan berjanji

Saya telah membuat sebuah kesealahan besar sehari yang lalu, saya menjanjikan anak saya untuk naik kereta pada hari libur mengajar. Tanpa diduga, ternyata saya harus segera ke salah satu sekolah swasta untuk mengambil data penelitian. Hal ini otomatis membuat saya dengan berat hati harus membatalkan janji dengan anak saya.

Pelajaran yang saya peroleh saat itu adalah, anak sangat ingat janji apa saja yang pernah diucapkan orang tuanya. Saat bangun tidur, anak saya langsung menagih janji saya.
Hati emaknya hancur berkeping-keping ketika harus bilang bahwa rencananya ditunda, tidak dilakukan hari itu.

Anak saya menunjukkan ekspresi menolak dengan merengek dan bilang kereta api.
Saya mencoba berempati dengan apa yang ida rasakan. Saya lalu bilang, "sayang, pasti sedih ya ga jadi naik kereta api hari ini? maafin ibu ya.."

Anak saya tidak merengek lagi
 Lalu saya lanjut berkata bahwa sebagai gantinya, anak saya bisa ikut ke tempat saya mengajarkan tapi dengan naik angkot atau bus.

Saya katakan kepada anak saya, "Sayang, meski ga jadi naik kereta, kamu tetep boleh ikut ibu kok naik angkot".

Dia menolak.

Lalu saya beri opsi, "Sayang mau ikut ibu naik angkot atau di rumah saja dengan uwa?"

Dia pun lebih memilih tinggal di rumah.

#harikesembilan 
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional 

0 comments:

Post a Comment